Info Dunia Kehidupan Artis dan Tips Kesehatan Terbaru 2014

PROYEK JALAN LAYANG CASABLANCA KP MELAYU-TANAH ABANG DIHENTIKAN 2013 Alasan Ahok Audit Proyek Jalan Layang Kp Melayu-Tanah Abang


PROYEK JALAN LAYANG CASABLANCA KP MELAYU-TANAH ABANG DIHENTIKAN 2013 Alasan Ahok Audit Proyek Jalan Layang Kp Melayu-Tanah Abang. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang, pasalnya hingga saat ini tidak kunjung selesai.

"Kami memang hentikan dulu penganggaran ruas jalur ini. Pembangunan ini sisa kepemimpinan terdahulu. Kami audit dulu baru dianggarkan ulang," ujar Ahok di Balaikota, Senin 22 April 2013.

Ahok mengatakan, dirinya tidak ingin mengambil resiko adanya kesalahan dalam proyek tersebut, dengan demikian hasil audit BPK nanti yang akan menentukan dana pembangunan jalan layang itu, apakah melalui tender ulang atau kucuran dana APBD 2013."Audit BPK juga untuk melihat apakah proyek ini berindikasi wanprestasi atau tidak. Parameternya kenapa tidak selesai pada masa anggaran tahun lalu," katanya.

Proyek pembangunan ini menurut Ahok sangat riskan terutama masalah anggaran. Pasalnya siapa yang akan bertanggung jawab bila proyek ini dipaksakan untuk terus dilanjutkan. Ahok menambahkan, pembangunan jalan layang non tol ini diketahui masuk tahun anggran APBD 2012 dan harusnya rampung pada awal tahun ini, tetapi diperpanjang hingga bulan Juni 2013."Tetapi belum selesai juga, lalu selanjutnya siapa yang mau bayar. Uang tahun anggaran 2012 sudah selesai. Dan proyek ini tidak masuk pada APBD tahun anggaran 2013," jelasnya

Pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang (Casablanca) jadi polemik. Proyek yang harusnya rampung akhir 2012 itu kini terbengkalai karena dihentikan sementara menyusul audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan.

Saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 23 April 2013, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, menuturkan, kendala dalam proyek JLNT ini terungkap secara tidak sengaja saat pergantian Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ery Basworo, pada 14 Februari 2013 lalu."Awalnya kita justru tidak tahu.

Saat ada penggantian masalah ini terungkap," kata Basuki Tjahja Purnama yang akrab dipanggil Ahok. Dia baru tahu proyek mandek karena ketiadaan biaya saat mendapat laporan dari Kepala Dinas PU yang baru, Rudy Siahaan. Saat itu Rudy minta perpanjangan waktu pembangunan hingga Juni 2013. Untuk menyelesaikan proyek jalan tersebut juga dibutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp64 miliar.

Anggaran tambahan diharapkan bisa diambil dari APBD 2013. Namun Pemprov DKI tidak mau ambil risiko."Kita minta audit BPK dan BPKP dulu. Setelah selesai, rekomendasinya akan kita jadikan acuan penyelesaian pembangunan JLNT. Ini juga untuk membuat masalah terang. Dan tidak saling menghakimi," katanya.

Ahok menduga masih banyak sisa proyek masa lalu yang bermasalah. Karena itu ia menilai perlu dilakukan lelang jabatan untuk mengganti pejabat lama supaya bisa mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan."Sebab justru ada kepala dinas baru kita jadi tahu kejadian ini. Makanya kita lagi berpikir (untuk lelang jabatan)," katanya.

ALASAN AHOK STOP JALAN LAYANG KP MELAYU-TANAH ABANG

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, hari ini meminta penghentian sementara pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Penghentian berlangsung hingga audit Badan Pemeriksa Keuangan selesai. Penghentian ini pun menuai kecaman dari DPRD.

DPRD minta Pemprov DKI tetap menyelesaikan pembangunan jalan layang itu."Penghentian ini tidak mendasar. Jangan karena ada kecurigaan, kepentingan rakyat terabaikan. Lebih baik, pembangunan diselesaikan. Tanpa menunggu hasil audit BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sayogo Hendrosubroto, Senin 22 April 2013.

Sayogo mengatakan di satu sisi keputusan Ahok ada benarnya. Mungkin, dulu tender proyek ini tidak beres. Sempat ada pemotongan pada masa lalu dan Dinas Pekerjaan Umum diam saja. Tapi, kata dia, itu tidak bisa dijadikan alasan pengerjaan pembangunan yang diperkirakan tinggal 10 persen lagi rampung jadi ditunda."Audit anggaran BPK dan BPKP kan lama. Masa pekerjaan yang tinggal sekitar 10 persen harus menunggu lama.  Lebih baik selesaikan saja dulu. Baru dilakukan audit," ujar Sayogo.

Proyek StrategisMenurut dia, untuk merampungan proyek ruas jalan layang ini dibutuhkan anggaran Rp101 miliar. "Kami siap menerima perubahan APBD dari pemda. Saya desak pemprov segera selesaikan pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang," kata Sayogo.

Dia menganggap Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang merupakan proyek strategis. Ruas jalan ini dalan desainnya disiapkan untuk memecah kemacetan di ruas Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Prof Dr Satrio.

Sayogo menyebut, dalam APBD DKI Jakarta 2013 tercantum beberapa proyek pembangunan jalan, yakni Pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp64 miliar, Paket Casablanca Rp2 miliar, Paket Jalan Prof Dr Satrio Rp21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on off barat Rp1,5 miliar dan ramp on off timur Rp12,5 miliar.




Like dan share ya sobat...
Link Artikel: http://beritainfosehat.blogspot.com/2013/04/proyek-jalan-layang-casablanca-kp.html
Rating Artikel: 100% based on 9999 ratings. 99 user reviews.

Comments :

No comments:

Post a Comment