Info Dunia Kehidupan Artis dan Tips Kesehatan Terbaru 2015

[FOTO] GUNUNG MERAPI MELETUS 20 APRIL 2014 Penyebab Meletusnya Gunung Merapi Di Yogyakarta

Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

[FOTO] GUNUNG MERAPI MELETUS 20 APRIL 2014 Penyebab Meletusnya Gunung Merapi Di Yogyakarta. Meski sempat mengalami letusan dan mengeluarkan abu vulkanik, tapi Gunung Merapi yang terlatak di DIY dan Jawa Tengah, tapi status gunung ini masih tetap normal. Masyarakat di sekitar kaki Gunung Merapi tetap diimbau terus meningkatkan kewaspadaan.

VIDEO GUNUNG MERAPI MELETUS 20 APRIL 2014

Letusan atau hembusan terjadi pada Minggu, 20 April 2014, sekitar pukul 04.26 hingga 04.40 WIB. Letusan disertai suara gemuruh dan disusul lava pijar sejauh 1 km mengarah ke hulu Kali Senowo dari puncak kawah Gunung Merapi.

Hujan abu dan pasir terjadi di daerah-daerah radius 12 km sisi tenggara hingga barat daya. Di Kabupaten Magelang hujan abu terjadi di Kecamatan Dukun, Srumbung, Muntilan, Sawangan, hingga Kota Mungkit.

BPPTKG Badan Geologi telah melaporkan letusan Gunung Merapi tersebut ke Posko BNPB, BPBD Magelang, BPBD Sleman, BPBD Klaten dan BPBD Jawa Tengah. Status Gunung Merapi tetap Normal.

"Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik pasca letusan tadi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Berdasarkan analisis, lava pijar yang keluar dari kawah bukan material juvenile (magma baru). Merapi belum memasuki fase letusan magmatik baru. Material yang keluar adalah gas vulkanik yang dominan CO2 yang memicu letusan.

Beberapa kali gempa tektonik di DIY dan Jawa Tengah juga berpengaruh pada sistem internal di Gunung Merapi sehingga terjadi pelepasan CO2. Berdasarkan laporan dari BPBD, tidak ada masyarakat yang mengungsi.

"Letusan pada pagi ini sama seperti letusan sebelumnya pada 10 Maret 2014 pukul 06.54 – 07.30 WIB, terjadi hembusan asap berwarna coklat, tebal, tekanan kuat, kolom asap tegak, setinggi 1.500 meter," kata Sutopo.

Saat itu terjadi hujan abu di sektor selatan tenggara meliputi Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Sidorejo dan Desa Balerante. Kemudian pada 27 Maret 2014 sekitar pukul 13.12 – 13.16 WIB, juga terjadi hembusan, puncak Gunung Merapi tertutup kabut.

Suara gemuruh terdengar hingga di Desa Pakem, Argomulyo, Glagaharjo. Hujan abu dan lapilli di Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Argomulyo, Kendalsari, Ngemplakseneng, Deles, Sidorejo,Tegalmulyo, Tlogowatu, Bumiharjo dan Balerante.

Hujan Abu Vulkanik Merapi Lampaui Radius 50 KM

Letusan Gunung Merapi mengakibatkan hujan abu akhir pekan ini. Bahkan hujan abu menyebar hingga puluhan kilometer dari puncak Merapi.

Tumijan, warga Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang jaraknya lebih dari 50 kilometer dari puncak Merapi, juga merasakan hujan abu meski hanya tipis.

"Kalau tadi pagi mungkin hanya wilayah di sekitar lereng Merapi namun menjelang sore ini hujan abu juga sudah sampai daerah Bantul bagian selatan," katanya, Minggu 20 April 2014.

Menurut dia, hujan abu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika ada tiupan angin cukup keras berhembus ke selatan. "Kalau tadi pagi hingga siang hari memang tidak ada angin maka tidak ada hujan abu vulkanik," ujarnya

Tumijan menjelaskan, warga di sekitarnya belum menggunakan masker karena hujan abu hanya tipis. "Belum ada warga yang menggunakan masker."

Timbul, warga Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, mengungkapkan bahwa hujan abu berlangsung sejak dini hari tadi paska terjadi erupsi.
Kata dia, sampai sekarang hujan abu masih berlangsung namun berangsur-angsur tipis.

Di Sleman, saat ini warga melakukan aktivitas menggunakan masker untuk melindungi pernafasan."Tidak ada yang mengungsi meski warga mendengar suara gemuruh dan ada yang melihat muntahan api yang tampak merah dipuncak merapi," ujarnya.

Penyebab Merapi Kembali Meletus

Gunung Merapi di Yogyakarta kembali menyemburkan letusan pagi tadi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan letusan terjadi lantaran adanya aktivitas gempa tektonik sehingga mendorong gas CO2 keluar dari dalam perut gunung.

"Jadi begini letusan yang terjadi tadi pagi itu letusan yang dipicu dari pelepasan gas CO2 kemudian adanya gempa tektonik juga mempengaruhi pelepasan gas CO2 tersebut," kata Sutopo, Minggu 20 April 2014.

Sutopo mengimbau warga yang berada di sekitar Merapi tidak perlu panik berlebihan. Tapi, mereka harus tetap berhati-hati pasca letusan tersebut. "Ya sudah kembali normal, tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas," ujarnya.

Seperti diketahui, pagi tadi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat telah terjadi erupsi kecil di Gunung Merapi selama 16 menit pada pukul 04.26 WIB hingga pukul 04.44 WIB.

Menurut Kapala BPPTKG Yogyakarta, Subandrio, sebelum terjadi letusan, terdengar suara gemuruh yang berasal dari puncak Gunung Merapi. Kemudian disusul dengan lontaran material pijar dari mulut gunung.


Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

Like dan share ya sobat...
Link Artikel: http://beritainfosehat.blogspot.com/2014/04/foto-gunung-merapi-meletus-20-april.html
Rating Artikel: 100% based on 9999 ratings. 99 user reviews.

[FOTO] GUNUNG MERAPI MELETUS 20 APRIL 2014 Penyebab Meletusnya Gunung Merapi Di Yogyakarta

Posted by Berita Info Sehat, Published at 6:49 AM and have 0 comments
Comments :

No comments:

Post a Comment