Info Dunia Kehidupan Artis dan Tips Kesehatan Terbaru 2014

FOTO KRONOLOGIS MOTTIF PEMBUNUHAN BIDAN NURMALA DEWI DI MEDAN Pembunuh Bidan Dewi Berhasil Ditangkap Polisi


YOUTUBE KRONOLOGIS MOTTIF PEMBUNUHAN BIDAN NURMALA DEWI DI MEDAN Pembunuh Bidan Dewi Berhasil Ditangkap PolisiFOTO KRONOLOGIS MOTTIF PEMBUNUHAN BIDAN NURMALA DEWI DI MEDAN Pembunuh Bidan Dewi Berhasil Ditangkap Polisi. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan berhasil menangkap 8 tersangka pembunuhan bidan Nurmala Dewi Tinambunan. Seorang di antaranya mantan Polwan dan dua anggota polisi aktif.

Para tersangka adalah Idawati Br Pasaribu (70) warga Jakarta, Rini Dharmawati alias Cici (40) warga Batam, Julius alias Yus (40) warga Batam, Rizky Darma Putra alias Gope (23) warga Kuranji, Padang, Ashari (23) Jalan Brigjen Katamso, Medan, serta Iin Dayana (26) mantan Polwan yang dipecat dari Polresta Medan, yang tinggal di Jalan Rumah Potong Hewan, Medan.

Sementara dua bintara polisi aktif yang turut diamankan yakni Brigadir Gusnita Bakhtiar (32) dan Bripda Aulia Pratama Zulfadli (22). Keduanya bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar). Seluruh tersangka yang ditangkap di beberapa tempat dan waktu terpisah dalam sepekan belakangan ini, sudah berada di Polresta Medan, Jalan HM Said, Medan, pada Rabu (6/3/2013) sore.

Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menyatakan, penangkapan para pelaku dilakukan melalui serangkaian penyelidikan. Berhasil ditemukan sejumlah barang bukti, antara lain mobil, sepeda motor dan senjata api jenis FN yang digunakan untuk menembak korban.

"Pembunuhan ini motifnya asmara segitiga, antara tersangka Ida Pasaribu, suaminya Berton Silaban dan korban Nurmala Dewi Tinambunan," kata Wisjnu di Mapolresta Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (6/3/2013) sore.

Senjata yang digunakan pelaku diperoleh dari seorang tentara yang bertugas di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Senjata jenis FN itu dibeli seharga Rp 13 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Kompol M. Yoris Marzuki menyatakan penembakan itu dilakukan tersangka Rizky Darma Putra alias Gope (23). Senjata FN yang dipergunakan itu diperoleh dari tersangka Brigadir Gusnita Bakhtiar (32).

"Tersangka Gusnita mendapatkan senjata itu dari Abangnya dengan cara dibeli," kata Yoris kepada wartawan di Mapolresta Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (6/3/2013) sore.

Abang Gusnita yang bernama Meris, merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Kota Padang. Polisi belum mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang asal senjata tersebut.

Para tersangka bergerak atas inisiatif Ida. Perempuan tua itu memerintahkan pembunuhan karena suaminya, Berton Silaban, punya hubungan 'khusus' dengan korban.

Dengan didampingi Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang dan Kasat Reskrim Kompol M. Yoris Marzuki, Wisjnu menambahkan, yang memerintahkan pembunuhan adalah Idawati Pasaribu. Sedangkan tersangka lainnya berperan sebagai penghubung ke eksekutor, eksekutor, penyedia senjata hingga pelaku yang menyimpan senjata yang dipergunakan dalam pembunuhan ini.

Para tersangka, dijerat dengan pasal 340 dan pasal 338 KUHP sesuai peran masing-masing. Nantinya hasil penyidikan akan menentukan apakah akan ada tersangka lainnya atau tidak.

Nurmala Dewi Tinambunan (31) ditembak mati pada Kamis (7/2/2013) sore di depan rumahnya di Jalan Pertahanan Gg. Indah, Dusun VI, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Penembakan dilakukan Rizky Darma Putra alias Gope (23) atas perintah dan penyediaan senjata dari para tersangka yang lain.

Idawati Pasaribu alias Nenek (70) gelap mata setelah mengetahui suaminya punya hubungan khusus dengan bidan Nurmala Dewi Tinambunan. Perempuan tua ini tega membunuh bidan Dewi lewat 'tangan' orang lain. Ada aliran dana Rp 300 juta. Ida membantah, tapi polisi memiliki bukti dan keterangan berbeda.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Kompol M. Yoris Marzuki, tersangka Ida melakukan pembayaran kepada Rini Dharmawati alis Cici (40), warga Batam, Kepulauan Riau. Rini merupakan pihak yang menjalankan rencana pembunuhan hingga korban tewas.

"Sebelum pembayaran itu, biayanya ditalangi tersangka Rini," kata Yoris kepada wartawan di Mapolresta Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (6/3/2013) sore.

Pembayaran itu berlangsung di Jakarta pada 8 Februari 2013, atau satu hari setelah pembunuhan berhasil dilakukan. Dari biaya Rp 300 juta yang diperoleh Rini tersebut, sebanyak Rp 20 juta dibayarkan untuk eksekutor yakni tersangka Rizky Darma Putra alias Gope (23) warga Padang, Sumbar. Belakangan dalam penangkapan, polisi menemukan barang bukti uang Rp 260 juta.

Tersangka Ida membantah mengeluarkan perintah eksekusi terhadap Nurmala Dewi. Ida juga membantah kenal dengan terdakwa yang lain. Namun polisi sudah mendapatkan keterangan sopir Ida, yang mengantarkan Ida untuk bertemu tersangka Rini di kawasan bandara.

Pembunuhan terhadap Nurmala Dewi yang dirancang sejak Oktober 2012, dipicu kemarahan Ida yang mengetahui Nurmala berhubungan dengan Berton Silaban, suami Ida. Dia kemudian menemui Rini dan meminta Rini membantu membunuh Nurmala. Rini menghubungi sejumlah tersangka lain, hingga pembunuhan terjadi pada Kamis (7/2/2013) sore.

Sekitar 100 orang keluarga mendiang Nurmala Dewi Tinambunan dan warga mendatangi Polresta Medan datang stelah tahu pelaku pembunuhan ditangkap. Mereka meminta pelaku dihukum berat.

Massa datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan dan tiba di Mapolresta Medan, Jalan HM Said sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (6/3/2013). Sejumlah poster dan spanduk turut dibentangkan.

"Kami datang untuk mendukung polisi, dan meminta pelaku agar dihumum yang seberat-beratnya," kata MH Sihombing (66), salah seorang keluarga yang ikut berdemo.

Menurut Sihombing, yang merupakan paman korban Nurmala Dewi menyatakan, mereka mendengar tentang keberhasilan polisi menangkap pelaku penembakan dan otak pembunuhan. Mereka ingin memastikan kebenaran berita tersebut dan memutuskan datang ke polres sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk mengusut kasus itu.

Kedatangan massa ditemui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Medan Kompol M. Yoris Marzuki. Selain membenarkan penangkapan, Yoris menyarankan warga untuk mengawal kasus ini hingga ke pengadilan.

"Ada delapan orang yang kita amankan, termasuk dua polisi dan pelaku utama," tukas Yoris.

Saat ini, kata Yoris, mereka sedang melakukan pemeriksaan, dan memastikan kasusnya akan diusut tuntas.




Like dan share ya sobat...
Link Artikel: http://beritainfosehat.blogspot.com/2013/03/foto-kronologis-mottif-pembunuhan-bidan.html
Rating Artikel: 100% based on 9999 ratings. 99 user reviews.

FOTO KRONOLOGIS MOTTIF PEMBUNUHAN BIDAN NURMALA DEWI DI MEDAN Pembunuh Bidan Dewi Berhasil Ditangkap Polisi

Posted by Berita Info Sehat, Published at 4:45 AM and have 0 comments
Comments :

No comments:

Post a Comment