Info Dunia Kehidupan Artis dan Tips Kesehatan Terbaru 2015

[FOTO] KRONOLOGIS KERACUNAN ASAP GENSET DOKTER DAN KARYAWAN TEWAS DI KLINIK SAPTA MITRA Identitas Korban Keracunan Asap Genset

Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

[FOTO] KRONOLOGIS KERACUNAN ASAP GENSET DOKTER DAN KARYAWAN TEWAS DI KLINIK SAPTA MITRA Identitas Korban Keracunan Asap Genset. Satu orang dokter dan empat karyawan tewas akibat menghirup asap dari mesin genset yang berada di lantai satu Klinik Sapta Mitra di Ruko Gading Mas Nomor 8F-8G, Jalan Raya Pondok Timur Indah, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2014.

VIDEO KRONOLOGIS KERACUNAN ASAP GENSET DOKTER DAN KARYAWAN TEWAS DI KLINIK SAPTA MITRA Identitas Korban Keracunan Asap Genset

Selain mengakibatkan lima orang tewas, ada empat karyawan lainnya selamat namun pingsan di lokasi kejadian. Kini para korban yang selamat sudah dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Kejadian ini bermula saat listrik di daerah Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, padam sejak pukul 01.00 WIB Selasa dinihari, kemudian listrik baru menyala sekitar pukul 04.00 WIB. Untuk keperluan penerangan, karyawan yang tinggal di klinik itu menyalakan mesin genset. Tanpa disadari ternyata ada yang bermasalah sehingga genset mengeluarkan asap.

Pagi harinya, baru diketahui jika lima orang tewas karena keracunan. Hal itu yang diungkapkan Sumaryanto (19), salah satu karyawan yang tinggal di sebelah klinik. Saat pukul 07.30 dia hendak membangunkan karyawan di mess karena ada pasien yang akan berobat.

"Saya telepon Nur enggak diangkat. Di BBM juga enggak direspons. Lalu dua karyawan yang tidur di ruko 8E yakni Ferdi dan Yuna, masuk ke dalam klinik yang ketika itu hanya ditutup dengan tali rafia," ujar dia.

Saat berada di lantai dua, sejumlah karyawan di mess tergelatak di dalam kamar dan di luar kamar. "Ferdi langsung teriak-teriak tolong. Saya kemudian membantu menggotong para korban dan saya taruh di depan ruko 8E. Saya enggak tahu, yang mana meninggal yang mana masih hidup. Pokoknya saya gotong semuanya," katanya.

Saat mengevakuasi para korban, ada karyawan lainnya berusaha mematikan mesin genset yang masih menyala. "Saat itu baunya menyengat seperti karbondioksida. Sepertinya dari asap genset," kata Sumaryanto.

Furqon (60) salah seorang warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian membantu membawa semua korban ke rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

"Saya awalnya dapat kabar ada korban kecelakaan, enggak tahunya ada korban keracunan. Saya cari mobil buat bawa mereka ke rumah sakit," katanya.

Berikut data para korban yang tewas dan selamat:

Korban selamat dan kini dirawat :
1. Santi Silvi (kelahiran 1994)
2. Siti Nurjanah (kelahiran 1993)
3. Hendra Rohmanto (kelahiran 1997)
4. Ifa Riana Dewi (kelahiran 1994)

Korban meninggal :
1. Ani Dwi Pratiwi (kelahiran 1989)
2. M. Zamroni (kelahiran 1993)
3. Desi Purnomo Sari (kelahiran 1993)
4. Slamet Afriana (kelahiran 1993)
5. dr. Friska (kelahiran 1988)

Polisi Selidiki Kematian Dokter dan 4 Karyawan Klinik di Bekasi


Pihak kepolisian masih melakukan identifikasi penyebab kematian seorang dokter dan empat karyawan di Klinik Sapta Mitra di Ruko Gading Mas Nomor 8F-8G, di Jalan Raya Pondok Timur Indah, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa 11 Februari 2014.

Tim identifikasi dari Polsek Bekasi Timur dan Polresta Bekasi Kota, saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka masih mencari barang-bukti untuk mencari penyebab tewasnya kelima orang itu.

"Kami masih melakukan identifikasi. Informasi sementara korban sembilan orang. Lima meninggal dan empat masih kritis di ICU rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur," ujar Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Suyud.

Kata dia, polisi belum berani menyimpulkan apakah para korban keracunan asap genset atau bukan. Namun berdasarkan keterangan warga, sejak pukul 01.00 WIB dinihari tadi, listrik padam dan baru menyala pukul 04.00 WIB.

"Kami masih menduga mereka keracunan asap genset. Tapi untuk pastinya kami masih melakukan penyelidikan," kata Suyud.

Saat ini, tim identifikasi dari Mabes Polri tengah meluncur ke TKP untuk membantu proses identifikasi tersebut.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 07.00 WIB, saat satu karyawan yang tidur di ruko sebelah klinik, berniat membangunkan karyawan di mess. Saat itu ada pasien yang hendak berobat.

"Lima orang berjajar di depan ruang tamu lantai dua, dalam kondisi berdekatan. Empat orang pingsan di dalam kamar," kata Sumaryanto.

Saat itu, baik yang meninggal ataupun yang pingsan, terlihat mengeluarkan muntah berwarna kuning dan putih. Saat dievakuasi, korban tewas dalam kondisi kaku. Sementara korban pingsan, kondisi tubuhnya lemas.

Informasi sebelumnya, peristiwa ini sempat dilaporkan sebagai kejadian mesin genset yang meledak. Satu mobil pemadam kebakaran yang terlanjur tiba di TKP, kemudian memilih kembali.

Sejumlah petugas dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, terlihat di TKP membantu petugas polisi yang tengah melakukan penyelidikan.

dr Friska Tewas Akibat Hirup Gas di Klinik


Dr. Friska Novaida Gultom (26) satu dari lima korban tewas akibat keracunan asap genset di Klinik Sapta Mitra, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa siang, 11 Februari 2014, sudah dibawa ke rumah duka di Perumahan Jatimulya, Jalan Cempedak V, Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan.

Menurut sang ayah, Pangihutan Gultom (55), anaknya baru akan dimakamakan pada Kamis siang. "Kami akan memakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kami sengaja kubur Kamis, karena saudara-saudaranya dari kampung mau datang," katanya saat ditemui di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah dr. Friska diawetkan dengan suntikan formalin di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Pangihutan menuturkan, dr. Friska merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. "Dia baru bekerja freelance di Klinik itu sejak Senin kemarin. Saat ini dia tengah mencari pekerjaan tetap sebagai dokter di rumah sakit setelah selesai mengabdi di Samboja Kalimantan Timur," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

"Dia diminta bantu-bantu jaga sama temannya yang bekerja di klinik."

Keluarga sudah pasrah atas kejadian ini. Sang ayah, juga menolak anaknya di autoppsi. "Tak usah autopsi, langsung kami bawa pulang. Kami juga sudah menandatangani surat pernyataan dan telah menerima kematiannya," kata Pangihutan.

Pangihutan mengaku, komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi pada Senin pagi. Ketika itu dia akan berangkat kerja. "Enggak ada firasat apa pun, makanya saya sedih sekali atas kejadian ini," katanya.

Keluarga mengetahui kecelakaan ini setelah di telepon karyawan klinik pada pukul 09.30. Awalnya Pangihutan curiga penelepon itu penipu. "Tapi kami percaya sebab telepon ke nomor saya, itu nomor Friska," katanya.

"Kata karyawan itu anak saya dirawat di rumah sakit Mitra Timur. Tapi pas saya ke sana, anak saya katanya sudah meninggal sejak pukul 08.00," katanya.

Selain sang anak, empat karyawan lain meninggal dalam peristiwa itu. Empat orang lainnya masih kritis di ICU RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. "Informasinya peristiwa ini terjadi karena gas beracun genset," katanya.

Dr. Friska merupakan lulus Fakultas Kedokteran UKI tahun 2010. Sehari-hari dia dikenal ceria dan tidak neko-neko. Dia sangat dekat dengan ibunya, Meinar Hutabarat (56). "Dia belum menikah, makanya masih tinggal sama orang tuanya," ujar sang ayah.

Meski sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah, namun keluarga tetap berharap kasus ini diusut hingga tuntas. Jangan ada korban lain, apalagi beberapa pekan ini Bekasi kerap mati lampu. "Kami yakin ini karena kelalaian klinik, harusnya genset itu di luar ruangan. Ini kok di dalam ruangan," katanya.

Puslabfor Periksa Gas Genset Maut di Klinik Bekasi


Tewasnya lima orang akibat keracunan asap genset di Klinik Sapta Mitra, Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi langsung mendapat perhatian kepolisian. Tiga petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, tiba di Klinik Sapta Mitra, Selasa 11 Februari 2014 sore.

Petugas akan menyelidiki penyebab tewasnya lima orang di dalam mess klinik. Anggota Puslabfor Mabes Polri, Ipda Helmiady menuturkan, pihaknya membawa sampel udara di ruangan yang diperkirakan sudah terkontaminasi gas buang mesin genset. Baik di lantai satu, maupun lantai dua.

Saat kejadian, lima korban tewas dan empat korban selamat berada di lantai dua klinik yang digunakan sebagai mess. Sementara mesin genset berada di lantai satu dekat meja resepsionis.

“Dugaan sementara, udara di dalam klinik sudah terkontaminasi tiga gas berbahaya. Di antaranya karbondioksida (CO), karbonmonoksida (CO2), dan NOX. Itu diduga berasal dari gas buang mesin genset,” kata Helmiady.

Menurut Helmiady, tiga gas yang diduga ada di dalam ruangan tersebut, selama ini dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin. Sebab, ia begitu mematikan. Gas itu, kata Helmiady, sifatnya menyerang saluran pernapasan.

“Lebih berbahaya lagi, karena para korban tengah tertidur di dalam ruangan yang minim sirkulasi udara dari luar” lanjutnya. Karena tidak sadar, orang-orang pun lemas dan akhirnya meninggal.

Selain membawa sampel udara di dalam klinik, Puslabfor juga sudah mengamankan sampel darah dari salah satu korban tewas. Sampel darah akan dicek di laboratorium, untuk memastikan apakah para korban meninggal karena keracunan gas atau bukan.

VIDEO DETIK DETIK KERACUNAN ASAP GENSET DOKTER DAN KARYAWAN TEWAS DI KLINIK SAPTA MITRA Identitas Korban Keracunan Asap Genset

KRONOLOGIS KERACUNAN ASAP GENSET DOKTER DAN KARYAWAN TEWAS DI KLINIK SAPTA MITRA Identitas Korban Keracunan Asap Genset


Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

Like dan share ya sobat...
Link Artikel: http://beritainfosehat.blogspot.com/2014/02/foto-kronologis-keracunan-asap-genset.html
Rating Artikel: 100% based on 9999 ratings. 99 user reviews.

Comments :

No comments:

Post a Comment