Info Dunia Kehidupan Artis dan Tips Kesehatan Terbaru 2015

FOTO KRONOLOGIS PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG Rumah Mewah Pemilik Pabrik Kuali di Tangerang Bak 'Istana'

Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

VIDEO KRONOLOGIS PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG Rumah Mewah Pemilik Pabrik Kuali di Tangerang Bak 'Istana'FOTO KRONOLOGIS PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG Rumah Mewah Pemilik Pabrik Kuali di Tangerang Bak 'Istana' . Puluhan buruh dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) berunjuk rasa memprotes perbudakan di pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten. Pendemo merubuhkan pagar pabrik.

"Itu massa dari SBSI sekitar 50 orang. Mereka demo terkait masalah buruh yang disekap, yang tidak diperlakukan manusiawi itu. Tetapi, demonya tidak sesuai aturan. Mereka merubuhkan pagar yang punya pabrik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat dihubungi, Senin (6/5/2013). Demo digelar sekitar pukul 11.15 WIB.

Menurut dia, demonstrasi masih aman terkendali. Belum terjadi bentrokan antara pendemo dengan polisi. Personel polisi masih siaga di lokasi.

"Kalau ada yang melanggar pidana tentu kita tangkap. Ini anggota juga sedang mengecek di lapangan," ujar Rikwanto.

Praktik 'perbudakan' di pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri.

Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) kabur setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak. Seluruh buruh tersebut saat ini sudah dikembalikan ke kampung halaman mereka masing-masing, di Cianjur dan Lampung Utara.

Perbudakan di Tangerang, Apa Benar Polsek Sepatan Lakukan Pembiaran?


Terungkapnya praktik perbudakan di sebuah pabrik kuali di Tangerang menggegerkan publik. Padahal pabrik itu berada di tengah masyarakat dan berlangsung cukup lama. Polisi pun dituding melakukan pembiaran. Namun tudingan itu dibantah. Ini penjelasan polisi.

"Jadi ceritanya begini, ada yang persepsi Polsek lakukan pembiaran. Saat dia (Andi Gunawan dan Junaidi) kabur, laporan ke KontraS. KontraS dengan kades di sana (pabrik kuali), datang ke sini ke Polsek Pasar Kemis lalu diarahkan ke Sepatan. Dari situ didampingi anggota sana, ketemu dengan pemiliknya," ujar Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Pol Bambang Priyo Andogo kepada wartawan, Senin (6/5/2013).

Priyo mengatakan setelah itu, anggota Kanit Reskrim menawarkan kepada Kades apakah akan membuat laporan atau tidak. Namun menurutnya, kades tidak bersedia membuat laporan.

"Sudah tawari apa mau dibikin laporan tapi tidak, apa mau dipulangkan. Kadesnya tidak usah, dari KontraS juga tidak ada," tambah Priyo.

Menurut Priyo, setiap orang yang berkunjung ke pabrik tersebut memang tidak melihat adanya kejanggalan. Termasuk kades yang memastikan bahwa para pekerja itu dalam kondisi baik.

Beberapa buruh pabrik itu ternyata dibayar jauh di bawah UMP. Padahal omsetnya mencapai Rp 100 juta tiap bulan.

Lama kerja para buruh itu juga bervariatif, ada yang 2 bulan, 4 bulan, dan ada yang setahun.

"Mereka ada yang dijanjikan Rp 600 ribu, jauh dari UMP. Dia juga home industry, omset sebulan Rp 100 jutaan," katanya.

"Begitu masuk, barang-barang mereka dilucuti, dompet, HP itu dilucuti. Sebagian diberi gaji walaupun tidak sesuai janjinya. Ada yang sudah dikasihkan ke keluarga. Sebagian ada yang tidak dibayar," tuturnya.

Perampasan barang-barang milik para buruh, lanjut Priyo, karena motivasi ekonomi pemilik pabrik. Namun soal motif tersebut, polisi masih akan menindaklanjutinya.

"Begitu datang dilucuti, sampai pakaian pun tidak bisa ganti. Kalau kerja lambat, mereka dipukul, ada yang disundut rokok. Tidurnya itu 34 orang di ruangan 8x8 meter yang cuma tikar dan pengap, dan dilarang sosialisasi dengan sekitar. Kemudian tidak diberi waktu untuk beribadah," pungkasnya.

Giliran Warga yang Berkumpul di Rumah Kerabat Pemilik Pabrik Kuali 


Setelah 'disambangi' buruh yang menggelar aksi demonstrasi siang tadi, rumah pemilik pabrik kuali, Yuki Irawan belum juga sepi. Buruh memang telah pergi, namun warga sekitar berkerumun di rumah mewah sang juragan kuali.

Warga ramai berkerumun di rumah Yuki, Kampung Bayur Opak RT 03/06, di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Karawang, Senin (6/5/2013) sejak siang tadi hingga pukul 18.00 WIB sore ini. Ratusan warga menyemut mulai dari Jalan raya Bayur Opak, memenuhi gang dan mengular hingga rumah pria yang telah menjadi tersangka itu.

Rumah itu telah diberi garis polisi, namun tak menyurutkan antusias warga yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak untuk mengetahui kondisi rumah pria yang merupakan kerabat pemilik pabrik kuali itu.

Tak hanya sekedar melongok ke dalam rumah yang luas tanahnya sekitar 500 meter persegi tersebut, warga juga berfoto dan memfoto rumah mewah Yuki.

Sejumlah polisi masih berjaga di sekitar rumah untuk mencegah warga masuk. Keramaian membuat gang depan rumah Yuki sulit dilalui warga lain yang hendak melintas. Kerumunan warga juga membuat lalin Jalan Bayur Opak tersendat.

Puluhan buruh pabrik kuali di Tangerang disekap dan disiksa berbulan-bulan layaknya budak. Selain jam kerja yang panjang dan tak boleh bersosialisasi, tempat tinggal para buruh itu tampak tidak layak, nyaris seperti kandang. Berikut penampakannya.

Foto-foto ini didapatkan dari komisioner Komnas HAM Siane Indriani.

1. Beginilah penampakan luar tempat tinggal dan bengkel kuali di Tangerang. Sekilas mirip tempat pengepulan sampah.

YOUTUVE PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

2. Suasana bengkel kerja pabrik kuali yang melakukan perbudakan di Tangerang.

FOTO PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

3. Bahan baku pembuatan kuali berserakan di pabriknya.

VIDEO PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

4. Kamar mandi di tempat tinggal para buruh.

GAMBAR PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

5. Kamar para buruh, hanya ada beberapa tikar, plus kardus tanpa ventilasi udara dan cahaya memadai.

PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

6. Kamar tampak gelap dan lembab. Ada jendela yang tampaknya tak pernah dibuka. Kamar juga penuh dengan gantungan-gantungan baju yang disampirkan di tali rafia.

PENAMPAKAN PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

Perbuatan Pemilik Pabrik Kuali Tangerang Itu Sadisme Dan Premanisme


Pemilik pabrik kuali yang melakukan perbudakan di Tangerang dinilai melakukan perbuatan sadisme dan premanisme yang harus diberantas. Kemenakertrans mengakui susah mengawasi pabrik karena letaknya yang cukup jauh.

"Kalau yang di Tangerang itu, itu sadisme, premanisme, yang harus kita semua memberantas itu," tegas Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenakertrans, Muji Handoyo.

Muji menjelaskan hal itu dalam jumpa pers di Kemenakertrans, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Pihaknya mengakui susah mengawasi pabrik semacam ini. "Hal ini susah diawasi. Kalau warung di pinggir jalan kan gampang diawasi," akunya.

Namun Kemenakertrans berjanji akan melakukan pengawasan lebih intensif lagi. "Harus diintensifkan pengawasan, dilihat secara menyeluruh," tutur Muji.

Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan aparat Polsek Sepatan, Muji enggan berkomentar banyak. "Sampai dengan tadi pagi, masalah itu tidak terungkap," jelas dia.

Jadi tidak ada keterlibatan aparat Polsek, Pak? "Saya tidak mengatakan itu. Saya rasa Kasat Serse sudah memberikan jawaban. Ya komentarnya jangan dari saya," jawab Muji.

Praktik 'perbudakan' di pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri. Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) kabur setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak.

Seluruh buruh tersebut saat ini sudah dikembalikan ke kampung halaman mereka masing-masing, di Cianjur dan Lampung Utara. Pemulangan para buruh sekaligus korban dilakukan pukul 20.00 dan 21.00 WIB. Polisi menahan 5 tersangka dan memburu 2 tersangka lainnya.

Rumah Mewah Pemilik Pabrik Kuali di Tangerang Bak 'Istana' 


Rumah Yuki Irawan, pemilik pabrik kuali di Tangerang yang memperbudak pekerjanya, sangat mewah bak 'istana'. Kondisi rumah yang mewah sangat bertolak belakang dengan kondisi tempat tinggal para buruh yang bak kandang.

Rumah Yuki yang terletak di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Karawang, termasuk yang termewah di desanya. Rumah megah berlantai dua yang luasnya sekitar 300 meter persegi itu berdiri di atas tanah seluas 500 meter persegi.

Terdapat dua pilar bermotif marmer yang menyangga rumah bercat warna krem itu. Lantai rumah mewah itu dilapisi keramik. Terlihat dua kompresor AC di rumah tersebut. Sedangkan halaman luas rumah itu di kelilingi pagar besi bercat coklat.

Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan rumah mewah sang pemilik yang sudah menjadi tersangka, tempat peristirahatan para buruh yang diperbudak terletak di sebuah bangunan yang tak terlalu jauh dari rumah tersebut. Tempat peristirahatan itu merupakan bangunan permanen seluas 8x3 meter persegi yang belum sepenuhnya selesai dibangun.

Tempat itu digunakan untuk menampung 34 'budak'. Begitu masuk ke ruangan, akan langsung ditemui dapur seadanya. Melewati tembok pembatas, langsung ditemui ruangan yang menjadi tempat tinggal para buruh.

Ruangannya pengap, sebab ventilasinya tak memadai. Hanya terdapat satu jendela kecil berukuran 30x20 sentimeter persegi. Lantai bangunan itu terdiri dari beton. Tak ada kasur, hanya tikar yang dijadikan alas para buruh untuk tidur.

Di ruangan itu juga terdapat WC kecil yang sangat tidak layak. Alih-alih rumah tinggal, tempat peristirahatan para buruh lebih mirip kandang.

Kondisi 'kandang' tersebut seolah menggambarkan penderitaan para buruh selama masa perbudakan. Di balik rumah mewah dan kenyamanan rumah Yuki, terdapat 34 buruh yang sempat diperbudak untuk membuat kuali.

PENYEBAB PERBUDAKAN DI PABRIK KUALI TANGERANG

DPR Panggil Menakertrans soal Perbudakan di Tangerang


Pimpinan meminta DPR untuk memanggil Menakertrans Muhaimin Iskandar mengenai kasus praktek perbudakan di sebuah pabrik di Tangerang. Kasus tersebut harus dibwa ke ranah hukum agar tuntas.

"Saya akan anjurkan dalam kesempatan pertama kami akan memanggil Menakertrans dan pihak-pihak terkait," kata Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Priyo menyebut terjadi kelalaian dari pihak terkait yang harusnya melakukan pengawasan terhadap pabrik dan kondisi buruh.

"Karena itu harus tetap diinvestigasi secara tuntas oleh masalah ini. Saya minta Menakertrans segera memeriksa apa yang terjadi sebenarnya," tuturnya.

Saat ini polisi telah menahan pemilik dan empat mandor pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi Tangerang. Mereka diduga mengintimidasi dan bertindak kasar kepada para buruh pabrik.




Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

Like dan share ya sobat...
Link Artikel: http://beritainfosehat.blogspot.com/2013/05/foto-kronologis-perbudakan-di-pabrik.html
Rating Artikel: 100% based on 9999 ratings. 99 user reviews.

Comments :

No comments:

Post a Comment