Info Dunia Kehidupan Artis dan Tips Kesehatan Terbaru 2014

[VIDEO] KRONOLOGIS KASUS KLEWANG GENG MOTOR XTC Jejak Kejahatan Klewang dan Geng Motor Exalt to Coitus (XTC)

YOUTUBE KRONOLOGIS KASUS KLEWANG GENG MOTOR XTC Jejak Kejahatan Klewang dan Geng Motor Exalt to Coitus (XTC)[VIDEO] KRONOLOGIS KASUS KLEWANG GENG MOTOR XTC Jejak Kejahatan Klewang dan Geng Motor Exalt to Coitus (XTC). Klewang alias Mardijo memang bukan preman sembarangan. Pria 57 tahun itu sudah masuk penjara sejak 1974, saat usianya baru 18 tahun. Sejak saat itu, sejumlah kasus kriminal pernah dicicipinya.

Disampaikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar, Senin, 13 Mei 2013, pada tahun itu Klewang terlibat kasus pencurian. Dia dihukum kurungan penjara 7 bulan.

Selama beberapa tahun setelah ke luar penjara, keberadaan Klewang tidak diketahui. Baru pada 1996 dia kembali ditangkap polisi karena terlibat kasus penganiayaan. Dia kemudian dipenjara selama 10 bulan.

Setelah ke luar penjara yang kedua kalinya, Klewang dikabarkan merantau ke luar Riau. Lama tak ada kabar, pada tahun 2011 Klewang kembali masuk penjara Riau. Dia terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor dan ditahan selama 7 bulan

"Setelah Klewang bebas, 2012 anak tersangka gantian kami tangkap. Dia diduga kuat sebagai ketua geng motor," kata Adang Ginanjar.

Sebelum ditangkap, nama Klewang memang menakutkan bagi sebagian masyarakat di Pekanbaru karena aksi biadabnya dan perbuatan sadis anak buahnya kepada para korbannya.

Bersama anak buahnya, dia tak segan melukai warga dengan samurai dan parang. Berbagai kejahatan seperti penjamberatan, perampokan, perusakan fasilitas umum dan memperkosa kerap dilakukan Klewang.

Kini, aksi sang panglima geng motor itu berakhir. Pekan lalu, Jumat 10 Mei 2013, Klewang ditangkap polisi setelah memerkosa seorang perempuan yang dilakukan di depan anak buahnya. Klewang mengakui kejahatannya kepada polisi dan mengaku punya 300 anggota geng motor di bawah kendalinya. Kini aparat kepolisian mengejar mereka semua.

Klewang Terkenal karena Anti Tembak dan Bacok


Selain karena sadis, ketenaran Klewang sebagai ketua geng motor Exalt to Coitus (XTC) karena pria 57 tahun itu memiliki ilmu kedigdayaan. Dia disebut kebal dengan senjata tajam dan peluru.

"Punya jimat berupa gesper dan di dompet berupa tulisan yang dibungkus kain putih," kata Kapolres Pekanbaru, Komisaris Besar Adang Ginanjar.

Dengan ilmu kebalnya ini, keberadaan Klewang semakin ditakuti. Banyak residivis dan pelaku tindak kriminal di wilayah Pekanbaru ingin dekat dengannya.

"Bukan untuk kebal, katanya juga untuk selamat. Tidak bisa ditangkap," katanya.

Klewang alias Mardijo memang bukan preman sembarangan. Sejak usia 18 tahun dia sudah masuk penjara. Klewang terlibat kasus pencurian dan dihukum kurungan penjara 7 bulan.

Pada 1996 dia kembali ditangkap polisi karena terlibat kasus penganiayaan dan dihukum 10 bulan penjara. Setelah keluar penjara yang kedua kalinya, dia mulai keluar Riau.

Baru pada tahun 2011 nama Klewang kembali tersiar. Dia masuk penjara Riau karena terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor dan ditahan selama 7 bulan.

Aksi ketua geng motor itu berakhir pada Jumat 10 Mei 2013 pekan lalu, Klewang ditangkap polisi setelah ada laporan mengenai kejadian perkosaan.

Saat beraksi bersama anak buahnya, dia tak segan melukai warga dengan samurai dan parang. Berbagai kejahatan seperti penjambretan, perampokan, perusakan fasilitas umum dan memperkosa kerap dilakukan Klewang.

Klewang mengakui kejahatannya kepada polisi dan mengaku punya 300 anggota geng motor di bawah kendalinya. Kini aparat kepolisian mengejar mereka semua.

Klewang Beri "Izin" Anak Buah Ikut Perkosa Korbannya


Perbuatan Klewang, ketua geng motor Exalt to Coitus (XTC) memang biadab. Selain merampas motor, dia juga juga memperkosa korbannya. Aksi perkosaan terhadap ABG itu dilakukan Klewang dengan disaksikan lima anak buahnya di Stadion Utama Riau yang berada di kompleks Universitas Riau.

Menurut Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar, Klewang dan anak buahnya semula memukuli pacar korban dan merampas motornya. Belum cukup puas, Klewang membawa korban dan memperkosanya disaksikan anak buahnya dari geng motor.

"Karena 'dipalak' tidak dikasih, pelaku mengeroyok pacar korban dan merampas motornya. Korban yang wanita lalu dibawa ke semak-semak dan diperkosa. Kini kondisi korban masih trauma dan kerap menangis," katanya, Senin, 13 Mei 2013.

Usai aksi bejatnya, Klewang kemudian memberi izin tiga anak buahnya untuk ikut memperkosa dan dua anak buah lainnya diminta memegangi korban. "Perkosa itu sengaja dipertontonkan di depan anggotanya," kata Adang.

Berdasarkan informasi Bambang Suprianto yang tak lain adalah anak Klewang yang berada di dalam penjara, polisi kemudian melakukan penggerebekan di sebuah rumah di kawasan Pasir Putih, Kampar, Riau.

"Saat digerebek, Klewang bersama lima anak buahnya. Tapi dua dari mereka melarikan diri," katanya.

Pulang dari Bandung, Anak Kandung Klewang Bentuk Geng XTC


Sudah tiga tahun terakhir masyarakat Pekanbaru, Riau, diresahkan dengan keberadaan geng motor Exalt to Coitus (XTC) dan ARC pimpinan Klewang alias Mardijo. Kelompok ini terkenal ditakuti karena aksi biadabnya.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar menjelaskan, geng motor XTC pertama kali dibentuk pada 2010 oleh Bambang Suprianto, yang tak lain anak kandung Klewang.

"Anak tersangka membentuk XTC setelah pulang dari Bandung pada 2010. Organisai ini dibentuk di rumah mereka di Pasir Putih, Kampar," katanya. Tidak dijelaskan aktivitas Bambang selama di Bandung.

Bambang lebih dulu ditangkap polisi pada akhir 2012 lalu. Dari data-data yang disampaikan Bambang, polisi kemudian mulai memburu Klewang. Selama satu tahun dalam perburuan, Jumat 10 Mei 2013, pria berusia 57 tahun itu akhirnya ditangkap.

Dijelaskan Adang, secara terorganisir setahun setelah dibentuk geng motor ini memang berada di bawah kendali Klewang. Mereka mulai melakukan kejahatan seperti penjambretan, perampokan, perusakan fasilitas umum dan ada juga laporan mengenai tindakan perkosaan. Sejak dibentuk hingga kini, anggota geng motor XTC sudah mencapai 300 orang.

Setelah Klewang ditangkap, Kepolisian Pekanbaru, Riau, mulai memburu para anggota geng motor XTC dan ARC. Namun sekitar 300 orang anggota geng motor itu bukan jumlah yang sedikit untuk diburu.

Perburuan itu misalnya dilakukan di kawasan utama Stadion Utama Pekanbaru, Riau, yang kerap menjadi salah satu titik para anggota geng motor itu berkumpul.

Akhir Aksi Panglima Geng Motor


Klewang. Nama itu menakutkan bagi sebagian besar masyarakat di Pekanbaru, Riau. Lelaki bernama asli Mardijo tersebut merupakan panglima geng motor yang terkenal seantero kota Pekanbaru karena aksi biadabnya.

Klewang yang berusia 57 tahun kerap berbuat sadis kepada para korbannya. Ia dan para anak buahnya tak segan melukai warga dengan samurai dan parang. Geng motor yang dipimpin Klewang bernama XTC (Exalt to Coitus). Mereka kerap melakukan berbagai kejahatan di Pekanbaru, mulai dari merampok, merusak, dan memperkosa.

Sebelum menjadi “raja” di Pekanbaru, Klewang telah lebih dulu beraksi di Bandung, Jawa Barat. Ia pun sudah lama menjadi buron polisi. Namun kini aksi sang panglima geng motor itu berakhir. Pekan lalu, Jumat 10 Mei 2013, Klewang ditangkap polisi setelah memerkosa seorang perempuan.

Klewang mengakui kejahatannya kepada polisi. Dia mengatakan punya 300 anggota geng motor di bawah kendalinya. Kini aparat kepolisian mengejar mereka semua.

Sekjen Geng Motor XTC Bandung Tak Kenal Klewang


Perbuatan Klewang, panglima geng motor XTC Pekanbaru yang memerkosa wanita beramai-ramai dengan anak buahnya, membuat geng motor XTC Bandung ikut mendapat malu. Mereka pun mengeluarkan pertanyaan resmi sekaligus klarifikasi terhadap kasus Klewang di Pekanbaru.

“Kami sama sekali belum pernah berkoordinasi dengan organisasi XTC di Pekanbaru, Riau. Kalau pun sempat ada koordinasi, kami tak pernah kenal orang yang diberitakan di televisi itu (Klewang),” kata Sekretaris Jenderal XTC Bandung, Taufik, Minggu 12 Mei 2013.

Ia menyatakan, XTC adalah organisasi yang mempunyai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan punya pengurus yang akta legalitasnya sah di mata hukum. “Kami ini organisasi yang sedang menuju perubahan, banyak yang tidak suka,” ujar Taufik.

Intinya, kata dia, geng motor XTC Bandung sama sekali tidak terkait dengan geng XTC Pekanbaru. XTC sendiri awalnya merupakan singkatan dari Exalt to Coitus yang artinya kurang lebih “gandrung pada seks.” Namun singkatannya kini berubah menjadi Exalt to Creativity alias gandrung pada kreativitas.

Anggota geng motor XTC di Jawa Barat lebih dari 5.000 orang, dan di seluruh Indonesia lebih dari 50 ribu orang. Organisasi ini berpusat di Bandung, dan sejak awal memang didirikan oleh beberapa siswa SMA swasta di kota kembang itu.

Perubahan organisasi XTC dipicu pembubaran geng motor itu pada akhir tahun 2010 oleh Kepolisian Bandung. Sejak saat itu, XTC dan beberapa geng motor lain berubah menjadi klub otomotif.

Kepolisian Pekanbaru sendiri menyatakan, pimpinan geng motor XTC Pekanbaru yang kini meringkuk di tahanan, sebelumnya pernah melakukan aksi kriminalitas di Bandung. Klewang sudah lama menjadi buron dan baru tertangkap pekan lalu usai memerkosa wanita.









Like dan share ya sobat...
Link Artikel: http://beritainfosehat.blogspot.com/2013/05/video-kronologis-kasus-klewang-geng.html
Rating Artikel: 100% based on 9999 ratings. 99 user reviews.

[VIDEO] KRONOLOGIS KASUS KLEWANG GENG MOTOR XTC Jejak Kejahatan Klewang dan Geng Motor Exalt to Coitus (XTC)

Posted by Berita Info Sehat, Published at 9:07 AM and have 0 comments
Comments :

No comments:

Post a Comment